Info Bola Terupdate – Terungkap! Ini Alasan Xabi Alonso Akhirnya Dipecat Real Madrid mengungkap kisah penuh drama yang melibatkan Vinicius Junior, ruang ganti, taktik, hingga politik internal klub. Kekalahan melawan Barcelona menjadi pemicu terakhir. Kini, Alonso mendapat kesempatan kedua bersama Chelsea setelah meraih kemenangan perdana Premier League melawan Fulham pada 24 Agustus 2026.1
Awal Mula Kejatuhan Xabi Alonso
Xabi Alonso datang ke Real Madrid pada Juni 2025 dengan ekspektasi sangat besar. Namun, kisahnya berakhir hanya tujuh bulan kemudian. Madrid mengumumkan perpisahan pada 12 Januari 2026, sehari setelah kekalahan 2-3 melawan Barcelona dalam final Piala Super Spanyol.
Kekalahan Barcelona Jadi Pemicu
Kekalahan El Clasico memang menjadi pemicu terakhir, tetapi masalah Alonso sudah muncul sebelumnya. Madrid menghadapi tekanan akibat hasil kurang konsisten serta persoalan internal. Manajemen kemudian menilai situasi semakin sulit, terutama ketika hubungan pelatih dengan beberapa pemain utama mulai menjadi sorotan publik.
Vinicius Junior Jadi Pusat Perhatian
Vinicius Junior menjadi salah satu nama paling sering muncul dalam drama tersebut. Hubungan keduanya memburuk setelah Alonso beberapa kali mencadangkan Vinicius. Situasi semakin panas ketika Alonso menggantinya dalam El Clasico Oktober, lalu sang winger menunjukkan reaksi emosional setelah meninggalkan lapangan.
Bukan Hanya Masalah Vinicius
Namun, menyalahkan Vinicius seorang jelas terlalu sederhana. Laporan Reuters juga menyebut ketegangan dengan pemain senior lain, termasuk Federico Valverde. Alonso menghadapi tantangan besar mengendalikan ruang ganti bertabur bintang, sementara Madrid menuntut hasil cepat sejak awal musim.
Taktik Xabi Alonso Ikut Dipertanyakan
Sistem permainan Alonso juga menghadapi kritik karena belum selalu menghasilkan performa meyakinkan. Beberapa pertandingan menunjukkan Madrid kesulitan menjaga keseimbangan permainan. Tekanan semakin besar ketika hasil buruk muncul dalam laga penting, sehingga kepercayaan terhadap proyek Alonso mulai mengalami penurunan drastis.
Ada Faktor Politik Klub
Kini muncul perspektif menarik dari Rafael Benitez. Mantan pelatih Madrid tersebut menyebut politik internal turut membuat pekerjaan Alonso semakin rumit. Menurut Benitez, persoalan Madrid tidak selalu berkaitan dengan hasil pertandingan. Struktur internal klub juga dapat memengaruhi nasib seorang pelatih.
Madrid Memilih Jalan Cepat
Madrid akhirnya memilih mengakhiri hubungan dengan Alonso melalui kesepakatan bersama. Klub kemudian menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pengganti. Keputusan tersebut menunjukkan betapa cepat Madrid bereaksi ketika sebuah proyek dianggap kehilangan momentum. Tekanan publik dan tuntutan prestasi membuat ruang kesalahan sangat kecil.
Xabi Alonso Kini Membalikkan Cerita
Menariknya, Alonso kini mulai membangun kembali reputasinya bersama Chelsea. Pada 24 Agustus 2026, ia mencatat kemenangan Premier League pertamanya. Chelsea mengalahkan Fulham 3-2 dalam laga penuh drama, sekaligus memberi Alonso awal positif bersama klub London tersebut.
Chelsea Jadi Panggung Pembuktian
Kemenangan tersebut membuat cerita Alonso semakin menarik. Ia kini punya kesempatan membuktikan bahwa kegagalan Madrid tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan kepelatihannya. Alonso juga mengatakan luka dari pengalaman Madrid sudah sembuh. Chelsea menjadi panggung baru untuk menunjukkan evolusi dirinya sebagai pelatih.
Kesimpulan yang Mengejutkan
Jadi, istilah “dipecat” memang menggambarkan akhir hubungan Alonso dengan Madrid, meski klub memakai istilah kesepakatan bersama. Kekalahan Barcelona menjadi pemicu, tetapi performa, hubungan pemain, taktik, dan politik internal turut menentukan nasibnya. Kini, Chelsea memberi Alonso kesempatan menulis babak baru.





